makin kuat kenangan bersamamu mengikutiku
Makin jauh hatiku cuba melupakanmu
apakah sumpah itu memakan diri
apakah janji itu pinta dipenuhi
perlukah kita merelakan hasrat
wajarkah kita melunaskan patri
aku terlalu kuat untuk meneruskan
namun kau tidak berdaya lantas melepaskan
dalam kesamaran ku mencari arah
di balik kabus mendung ku terkapai-kapai
mencari ranting andai bisa ku perpaut
meski kutahu yan rapuh kan patah akhirnya
Namun, dibalik mega yang berarak
ku melihat titisan bahagia mengiringi langkahmu
ada pancaran sirna jauh di ufuk sana
mengharap kau datang membawa kasih
mengimpikan kau menjadi khalif hidupnya
lantas ku gagahkan diri mengukir senyum
hati pedih menangis, namun titis sendu tidak mengalir
Ku lambai tiap kasih, kuhembur tiap rindu
yang pernah kau beri, yang telah kumiliki
kau melepaskanku kerana terpaksa
ku terpaksa melupakanmu demi impian dan cita-cita
Selamat tinggal kasih, selamat tinggal sayang
Kenangan antara kita tetap utuh dihati
*INIM*
No comments:
Post a Comment