Inginku menumpang bahagia
namun tiada insan sudi meghulur kasih
Hasratku mengutip tawa
terlerai di persimpangan sepi yang kelam
Harapan semalam
mereput di jendela kayuan usang,
Mimpi indah yang kudamba
tidak terpalit di fajar dingin,
lalu pergi bersama kicauan beburung pagi
Aku hanya merenung kenangan dari kamar duka
Mengimbas detik indah dengan penuh sayu
Nada riang dahulu kini berlagu hiba
Bersama tona warna pilu
Mungukir tinta mendatang
Doa yang kupanjatkan tanpa henti masih belum diperkenan,
dan kini....
Aku
Pasrah pada ketentuannya
No comments:
Post a Comment